BAND VS MUSIK ETNIK, melihat dari judul kayaknya tdk lumrah, tapi dengan berat hati permasahalan yang terjadi di bumi lombok kuangkat dengan melihat penomena lapangan dengan segala cerita yang kadang membuat kita tertawa, perkembangan band begitu cepat begitu juga dengan music etnik(sasak), dilihat dari terbentuknya band-band baru yang telah memasukkan demo lagunya di radio-radio, begitu juga dengan musik etnik, uniknya lagi kalau musik etnik bukan demo lagu tapi album mereka begitu meramaikan dunia industri musik lombok. dalam satu bulan bisa jadi 8 album baru yang keluar, kalau band belum tentu dalam hitungan bulan bahkan tahun. Penjualan album apa lagi, band 5000 keping akan habis dalam hitungan bulan bahkan tahun, music itnik (sasak) dalam minggu bahkan hari, satu album music etnik lombok(sasak) terjual sampai 150.000 keping belum lagi yang dibajak. Mangapa bisa jadi seperti itu?
1. Dilihat dari para konsumen, musik etnik sasak memiliki pangsa pasar sendiri, para orang tua yang memilki uang, senang mengoleksi, yang rata2 bekerja di sawah dan tidak mengerti arannsemen musik, apa lagi mengenai mixing lagu mereka tidak begitu memperhatikan lebih2 lagi dari clip cukup sederhana saja tdk usah banyak fremnya.
Para konsumen band, terdiri dari anak-anak muda yang cukup mengoleksi lagu lewat hp atau menyimpan dikomputer. Tanpa membeli..., padahal kalau kita dengar lagu-lagu indie sasak luar biasa bagusnya, tdk kalah lah dengan band2 nasional lainnya.
2. Para pelaku musik sasak lebih memperhatikan unsur bisnis, tanpa berpikir tentang kwalitas audio dan visual, namun sekarang sudah banyak musik etnik yang audio visualnya bagus. Kalau band lebih banyak visi n misinya untuk ketenaran dan senang-senang.
3. Banyaknya VCD bajakan yang beredar yang membuat para anak muda lebih banyak membeli band nasional yang harganya 5000 ketimbang membeli vcd lokal yang harganya diatas 15.000.
4. Komunitas etnik sasak kental dengan hubungan emosional rasa kedaerahan yang menonjol apa lagi daerah lombok timur dan lombok tengah luar biasa sekali.
5. Promosi etnik sasak tidak perlu lewat media seperti yang dilakukan band2, cukup diputar di pasar-pasar sudah cukup. dalam jangka satu hari album baru bisa menyebar luas di setiap daerah,
6. lagu-lagu etnik sasak kebanyakan mengangkat budaya dan tentang keseharian dengan bentuk musik etnik dan sekarang sudah banyak album yang mulai dimasuki unsur modern, walaupun beberapa lagu adalah hasil gubahan lagu-lagu nasional dan india, tapi itulah yang laku dipasaran. kita mau bilang apa? ......
1 komentar:
knpa bisa begitu ya?
ada yg perlu aku tambah :
kaset bajakan salah satu sebabnya, hanya dilombok vcd bajakan dijual di toto -toko besar, kalo yg emperan itu sudah biasa...tapi ini toko besar...apa tdk ada tindakan aparat?atau aparat ada kerjasama dgn yg punya....coba bayangkan kalo tdk ada vcd bajakan....saya yakin teman2 band yg punya album akan jalan lancar....
Poskan Komentar
Thanx dah joint datu musik