welcome to my blog

hidup tanpa musik terasa hambar, filsafat musik membawa kita dalam kebersamaan, saling mengahrgai, menghormati, saling mendengar, dan kadang membawa kita ke alam kenangan, yang menuntun kita kepada memory kenangan dgn orang terdekat kita, ntah apa rasanya jika kita tanpa musik.....

Sabtu, 03 Januari 2009

a bout me


Saya hanya sebutir pasir dari gunungan pasir yg tidak akan tampak dari hiruk pikuk orang-orang yang luar biasa, karena saya orang biasa...yang biasa belajar musik, biasa dengar musik, biasa ngeritik musik orang, meskipun kalo musik saya dikeritik akan lebih banyak kurangnya dari musik orang yang saya keritik, Saya lahir ditengah keluarga yang religious, ditengah keluarga yang anti dengan musik, bertahun-tahun saya sembunyikan aktipitas musik saya, namun bagaimanpun caranya saya sembunyikan ketahuan juga. Namun lama-lama mereka mengerti juga, karena dimata mereka musik identik dengan hal yang jauh dari agama,  saya mulai pegang gitar sekitar tahun 1985, saat itu gitar yamaha acuistis harganya 14 ribu aq beli di solo jawa tengah, kebetulan tempat saya skull ada kursus musik, sebenarnya saya ingin jadi drumer, saya ikut kursus drum...karena kalau ikut drum harus bisa gitar..mau ga mau kedua2nya aku ikut....mungkin karena memang bukan bakat....he he he ga bisa2...bisanya cuma standar biasa..susah untuk yg luar biasa, saat itu telingaku dibiasakan teman2 mendengar lagu-lagu beatle, iwan fals, godbless, sis, the rolling stone. mr big, slank mau ga mau cuma lagu mereka yang jadi bahan untuk belajar gitar. 1992 saya bersama 3 teman membentuk band yang alirannya rock, saat itu susahnya cari tempat latihan, jadi kalau mau manggung kami cukup latihan di emperan rumah dengan 2 buah gitar, susahnya lagi waktu diatas panggung karena tidak pernah latihan jadi mainnya kacau terus, lihat effect gitar hanya waktu manggung, itupun yang ada hanya metal zone. yang lebih parah drumer, tidak pernah pegang drum...hanya diatas panggung saja...tapi saat itu karena jarang ada hiburan, penonton seneng2 saja mungkin terpaksa nonton kali, Sebenarnya aku iri dengan teman2 band sekarang, studio musik/recording sudah ada dimana-mana, pasilitas manggung luar biasa bagusnya, intinya kalau mereka tidak memanfaatkan pasilitas yang ada sungguh merugi sekali. Tahun 2003 group yang kami bentuk bubar karena kesibukan dan umur personil yg sudah diatas kepala 3, karena musik merupakan hoby bagi saya, saya berpikir...apa yang harus saya lakukan...walaupun ngeband itu tdk mesti ada tapi hoby tetap jalan, saya mencoba membuat studio musik dan recording walaupun dengan alat-alat seadanya...

0 komentar:

Posting Komentar

Thanx dah joint datu musik